Pertumbuhan Fisik atau Jasmani
1. Perkembangan fisik atau jasmani anak sangat berbeda satu sama lain, sekalipun anak-anak tersebut usianya relatif sama, bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan yang menyolok. Hal ini antara lain disebabkan perbedaan gizi, lingkungan, perlakuan orang tua terhadap anak, kebiasaan hidup dan lain-lain.
2. Nutrisi dan kesehatan amat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban, kurang berdaya dan tidak aktif. Sebaliknya anak yang memperoleh makanan yang bergizi, lingkungan yang menunjang, perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Olahraga juga merupakan faktor penting pada pertumbuhan fisik anak. Anak yang kurang berolahraga atau tidak aktif sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak.
4. Orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering kali diderita anak, misalnya bertalian dengan kesehatan penglihatan (mata), gigi, panas, dan lain-lain. Oleh karena itu orang tua selalu memperhatikan kebutuhan utama anak, antara lain kebutuhan gizi, kesehatan dan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan setiap hari sekalipun sederhana.
Perkembangan Intelektual dan Emosional
1. Perkembangan intelektual anak sangat tergantung pada berbagai faktor utama, antara lain kesehatan gizi, kebugaran jasmani, pergaulan dan pembinaan orang tua. Akibat terganggunya perkembangan intelektual tersebut anak kurang dapat berpikir operasional, tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif dalam pergaulan maupun dalam berkomunikasi dengan teman-temannya.
2. Perkembangan emosional berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan jenis kelamin, usia, lingkungan, pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. Perbedaan perkembangan emosional tersebut juga dapat dilihat berdasarkan ras, budaya, etnik dan bangsa.
3. Perkembangan emosional juga dapat dipengaruhi oleh adanya gangguan kecemasan, rasa takut dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak yang sedang tumbuh. Namun sering kali juga adanya tindakan orang tua yang sering kali tidak dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak. Misalnya sangat dimanjakan, terlalu banyak larangan karena terlalu mencintai anaknya. Akan tetapi sikap orang tua yang sangat keras, suka menekan dan selalu menghukum anak sekalipun anak membuat kesalahan sepele juga dapat mempengaruhi keseimbangan emosional anak.
4. Perlakuan saudara serumah (kakak-adik), orang lain yang sering kali bertemu dan bergaul juga memegang peranan penting pada perkembangan emosional anak.
5. Dalam mengatasi berbagai masalah yang sering kali dihadapi oleh orang tua dan anak, biasanya orang tua berkonsultasi dengan para ahli, misalnya dokter anak, psikiatri, psikolog dan sebagainya. Dengan berkonsultasi tersebut orang tua akan dapat melakukan pembinaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan emosional anak.
6. Stres juga dapat disebabkan oleh penyakit, frustasi dan ketidakhadiran orang tua, keadaan ekonomi orang tua, keamanan dan kekacauan yang sering kali timbul. Sedangkan dari pihak orang tua yang menyebabkan stres pada anak biasanya kurang perhatian orang tua, sering kali mendapat marah bahkan sampai menderita siksaan jasmani, anak disuruh melakukan sesuatu di luar kesanggupannya menyesuaikan diri dengan lingkungan, penerimaan lingkungan serta berbagai pengalaman yang bersifat positif selama anak melakukan berbagai aktivitas dalam masyarakat.
Perkembangan Bahasa
Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4 – 5 bulan. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa. Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orang tua membimbing anaknya.
Fungsi dan tujuan berbicara antara lain: (a) sebagai pemuas kebutuhan, (b) sebagai alat untuk menarik orang lain, (c) sebagai alat untuk membina hubungan sosial, (d) sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri, (e) untuk dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain, (f) untuk mempengaruhi perilaku orang lain.
Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. Yaitu: (a) kematangan alat berbicara, (b) kesiapan mental, (c) adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak, (d) kesempatan berlatih, (e) motivasi untuk belajar dan berlatih dan (f) bimbingan dari orang tua.
Di samping adanya berbagai dukungan tersebut juga terdapat gangguan perkembangan berbicara bagi anak, yaitu: (a) anak cengeng, (b) anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain.
Perkembangan Moral, Sosial, dan Sikap
1. Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan bimbingan juga harus mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat, dan dituntut menjadi teladan yang baik bagi anak, mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada ajak apabila berbuat atau berperilaku yang positif.
2. Terdapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak, yaitu yang berupa materiil dan non materiil. Hadiah tersebut diberikan dengan maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat diterima dalam masyarakat luas.
3. Fungsi hadiah bagi anak, antara lain: (a) memiliki nilai pendidikan, (b) memberikan motivasi kepada anak, (c) memperkuat perilaku dan (d) memberikan dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi.
4. Fungsi hukuman yang diberikan kepada anak adalah: (a) fungsi restruktif, (b) fungsi pendidikan, (c) sebagai penguat motivasi.
5. Syarat pemberian hukuman adalah: (a) segera diberikan, (b) konsisten, (c) konstruktif, (d) impresional artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya, (e) harus disertai alasan, (f) sebagai alat kontrol diri, (g) diberikan pada tempat dan waktu yang tepat.
Selengkapnya...
Selasa, 16 Maret 2010
KARAKTERISTIK ANAK USIA SD
PENERIMAAN SISWA BARU
Bandar Lampung ( 0721 ) 771 482
Penerimaan siswa baru mulai tanggal o1 Maret s/d 01 April 2010
Wawancara tanggal 20 Maret s/d 1 April 2010
Pengumuman Tanggal 1 April 2010
Regristrasi tanggal 1 s/d 15 April 2010
Selengkapnya...
TRIK MENGERJAKAN SOAL UN BAHASA INDONESIA
Meskipun bahasa Indonesia merupakan bahasa sehari-hari bagi sebagian besar siswa, ternyata masih ada siswa yang kurang percaya diri atau kurang siap dalam mengerjakan soal UN, khususnya mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bahkan mungkin ada siswa yang gagal atau nilai UN-nya kurang memuaskan. Mereka mungkin gagal karena berbagai faktor. Faktor-faktor itu di antaranya adalah faktor teknis dan faktor psikologis. Kekurangsiapan teknis dan psikologis inilah yang sering menjadi penyebab ketidaksusesan tersebut.
Berikut trik, agar bisa sukses mengerjakan soal UN pelajaran Bahasa Indonesia.
Persiapan teknis dan psikologis
Selain persiapan berupa penguasaan materi yang akan diujikan sesuai Standar Kompetensi Lulusan (SKL), persiapan teknis dan nonteknis(psikologis) juga merupakan dua hal yang tak kalah penting. Persiapkan alat tulis (pensil 2B, penghapus, peraut pensil) minimal sehari sebelum pelaksanaan ujian (H-1), termasuk Kartu Peserta Ujian. Hal ini sangat penting, supaya kita secara psikologis tenang. Jangan sampai pada hari H kita masih sibuk mempersiapkan alat tersebut, apalagi tertinggal di rumah atau belum siap sama sekali. Ini akan menyebabkan kepanikan, yang berdampak konsentrasi dan persiapan penguasaan materi bisa menjadi buyar.
Usahakan tidak terlambat datang
Ujian Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA dilaksanakan pada hari pertama jam pertama, Selasa, 22 April 2008 pukul 08.00 – 10.00. Usahakan hadir minimal satu jam sebelum pelaksanaan ujian. Kita bisa lebih tenang, tidak gugup atau nerves. Apalagi pada hari pertama sebelum ujian berlangsung, biasanya dibacakan Tata Tertib Peserta dan Tata Tertib Pengawas.
Berdoa sebelum mengerjakan soal
Berdoa, memohon kepada Tuhan, agar diberi ketenangan, rasa percaya diri, dan kemudahan dalam mengerjakan soal sehingga dapat meraih prestasi yang tinggi. Walau bagaimanapun, Tuhan Mahakuasa, Maha Menentukan segala-galanya. Kita diperintahkan ikhtiar dan memohon kepada-Nya.
Isi LJK (Lembar Jawaban Komputer) dengan teliti.
Teliti dalam mengisi identitas, nama, nomor, dll. Sebab, kalau salah fatal akibatnya.
Kerjakan yang mudah terlebih dulu
Biasakan mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia biasanya soal-soal yang tidak berkaitan dengan bacaan akan dapat lebih cepat dikerjakan. Tapi bekerjalah dengan teliti, jangan tergesa-gesa. Dengan demikian kita dapat dengan cepat mengerjakan banyak soal dengan rasa percaya diri dan konsentrasi yang masih baik.
Hati-hati dan teliti!! Meskipun mudah, soal-soal pilihan ganda membutuhkan ketelitian, karena di dalamnya sengaja dibuat jebakan atau pengecoh. Kalau tidak teliti kita bisa terkecoh atau terjebak. Untuk soal Bahasa Indonesia, perhatikan baik-baik adakah kata “kecuali, tidak, yang bukan” dan sejenisnya pada soal tersebut. Karena seringkali kita terjebak pada pemikiran mencari yang “benar“, yang termasuk dalam kategori, bukan perkecualiannya.
Sesudah itu barulah mengerjakan soal yang lebih sulit. Walaupun tidak selalu dapat dikatakan sulit, soal-soal yang berkaitan dengan bacaan relatif membutuhkan waktu yang lebih lama serta membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi. Jadi, jangan berlama-lama memikirkan soal yang dianggap sulit, carilah soal yang mudah dan kerjakan dengan cepat.
Perhatikan hal yang ditanyakan soal
Lihat dan cermati baik-baik, apa yang ditanyakan atau yang diminta soal, terutama pada soal yang berkaitan dengan bacaan. Sehingga, ketika kita membaca wacana/bacaan atau mencermati suatu tabel/grafik kita sudah punya tujuan, hendak mencari apa di dalam wacana tersebut. Dengan demikian konsentrasi kita relatif akan tetap terjaga dengan baik, selain itu bisa hemat waktu.
Langsung dijawab/kerjakan di LJK
Biasakan kerjakan langsung pada LJK, hitamkan pada jawaban yang sesuai. Toh kalau mau mengganti jawaban tinggal hapus saja. Jangan terbiasa hanya menandai jawaban pada lembaran soal terlebih dahulu, baru mengalihkan ke LJK setelah menjawab semua soal. Hal ini akan fatal bila waktu sudah mepet (hampir habis), kita menjadi tergesa-gesa dalam bekerja. Konsentrasi menjadi buyar, tidak fokus, panik. Apalagi kalau kehabisan waktu, wah … kacau deh.
Periksa lagi jawaban
Bila kita sudah selesai dan masih ada sisa waktu, sebaiknya gunakanlah untuk memeriksa kembali isian identitas yakinkan sudah benar, memeriksa kembali jawaban-jawaban. Selebihnya, pasrahkan hasilnya kepada Tuhan.
Selengkapnya...
Fokuskan Pendidikan Usia Dini ke Anak Usia 0-6 Tahun!
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah-daerah masih banyak berfokus pada usia 5-6 tahun atau anak-anak yang bersekolah di Taman Kanak-kanak. Akibatnya, empat tahun pertama di masa emas anak-anak tersebut menjadi kurang diperhatikan, padahal di usia tersebut mereka juga perlu dimaksimalkan potensi dan tumbuh kembangnya.
"Pendidikan anak usia dini atau PAUD itu penting mulai anak usia 0-6 tahun. Tetapi pemerintah daerah belum banyak yang mendukung karena tidak wajib seperti pendidikan dasar sembilan tahun," kata Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas, Hamid Muhammad, di Jakarta, Jumat (15/5).Program PAUD merupakan salah satu program prioritas Depdiknas. Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD tahun 2008 baru mencapai 50,03 persen dari 29,8 juta anak. Target APK PAUD formal maupun PAUD nonformal akhir tahun ini adalah 53,9 persen, baik yang dikelola Depdiknas maupun Departemen Agama.
Hamid mengatakan, upaya untuk meningkatkan akses pendidikan dilakukan terutama untuk perintisan PAUD di daerah terpencil, yaitu di 50 kabupaten dari 21 provinsi di Indonesia. Intinya, kata dia, pertama adalah untuk pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan pada pengelola PAUD di desa. Kedua, untuk para pembina di provinsi dan kabupaten. Ketiga, yang paling besar jumlahnya, adalah untuk pendirian lembaga PAUD. "Total 783 ribu anak yang bisa masuk program ini," katanya.
Hamid mengungkapkan, kendala yang dihadapi untuk mendongkrak APK PAUD adalah tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD. Anggota masyarakat, kata dia, terutama di daerah pedesaan kurang peduli terhadap PAUD. "Bagi mereka yang penting masuk sekolah dasar. Padahal betapa pentingnya PAUD sebagai landasan wajib belajar sembilan tahun," katanya.
Pemerintah, kata Hamid, juga memberikan perhatian terhadap tutor PAUD. Dia menjelaskan, tutor PAUD tidak seperti guru pada taman kanak-kanak yang diwajibkan berkualifikasi S1 ditambah pendidikan profesi. Tutor PAUD, kata dia, dilihat dari kompetensinya.
"Belum ada standardisasi kualifikasi, tetapi secara bertahap akan kita lakukan beberapa standardisasi. Sementara ini yang kita lakukan dengan pelatihan," katanya.
Direktur PAUD Depdiknas Sudjarwo Singowidjojo menyampaikan, upaya lain yang ditempuh untuk meningkatkan APK PAUD adalah diversifikasi bentuk-bentuk PAUD, yakni kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan PAUD sejenis. Dia mencontohkan, melalui PAUD sejenis yaitu dengan membina di antaranya posyandu dan taman pendidikan Alquran.
"Kemudian dengan melakukan kemitraan dengan organisasi perempuan seperti Aisyiyah, Muslimat NU, dan PKK. Diharapkan, APK PAUD dapat mencapai 72,6 persen pada 2014," katanya.
Hamid mengatakan, progam PAUD didukung melalui APBN dan grant dari pemerintah Belanda. Beberapa tahun belakangan ini, kata dia, program ini juga dibantu oleh UNICEF khususnya di kawasan Indonesia bagian timur. "Oleh karena itu, pada tahun ini, bersamaan dengan program reguler, APBN, dan pihak donor, kita akan melakukan kegiatan publikasi dan sosialisasi berupa sejumlah lomba,"
Selengkapnya...
Jumat, 05 Maret 2010
MANASIK HAJI 2010
SISWA / SISWI KELAS 6
TAHUN AJARAN 2009/2010
Jl. Sukarno Hatta Rajabasa Bandar Lampung
Acara Pelatihan Manasik Haji :
1. Pembukaan
2. Sambutan oleh Kepala Sekolah SD 2 Al Azhar
( Ibu Sri Margiyani, A.Ma)
3. Pelepasan oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam
4. Do'a
5. Penutup Selengkapnya...
Selasa, 02 Maret 2010
JADWAL UJIAN NASIONAL (UN) SD / MI
Jadwal tahun 2010 ini lebih cepat dari UN yang biasanya berlangsung pertengahan April. Hal ini disebabkan UN 2010 akan dilaksanakan 2 kali yakni terdiri dari UN utama dan UN ulangan. Siswa yang tidak lulus pada UN utama, bisa mengulang pada UN tahap kedua (enak dong..diberi kesempatan 2 kali).. UN ulangan dilaksanakan setelah pengumuman UN utama atau tepatnya 8 minggu setelah pelaksanaan UN utama. Berikut periode pelaksanaan UN 2010 :
Tingkat SD/MI
- UN Utama : 4 – 6 Mei 2010
UASBN SD/MI 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)
Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UASBN Utama Tingkat SD dan MI 2010.
UN 2010 SD/MI | ||||
| No | Mata Pelajaran | Soal | Waktu* | Tanggal |
| 1 | Bahasa Indonesia | 50 | 120 menit | Selasa, 4 Mei 2010 |
| 2 | Matematika | 40 | 120 menit | Rabu, 5 Mei 2010 |
| 3 | IPA | 40 | 120 menit | Kamis, 6 Mei 2010 |
Rabu, 15 April 2009
Tips Memilih Sekolah (SD)untuk Anak
Menjelang tahun ajaran baru, biasanya banyak orang tua sudah mencari-cari sekolah untuk anaknya. Sejak Desember 2009 tahun lalu, banyak sekolah sudah menggelar open house dan menggelar pameran. Zaman sekarang nih tahun ajaran baru Juli 2010 tapi banyak sekolah sudah membuka pendaftaran bahkan tes masuk! Alhamdulillah anak saya Gibran sudah mendapat sekolah untuk SD.
Bicara tentang memilih sekolah.. saya ingin sharing pengalaman kemarin mencari sekolah SD untuk kakak Gibran. Beberapa sekolah yang saya survey mulai dari yang negeri sampai swasta, mulai dari yang murah sampai yang mahal, mulai dari yang biasa hingga internasional. Sejak lama saya ingin memasukkan anak saya di sekolah yang beragama, karena sejak playgroup - taman kanak di sekolah yang umum. Intinya sih ingin anak saya punya basic agama yang baik dan kuat.. nanti kalo SMP atau SMA di negeri ga masalah.
Suami saya sangat tidak setuju dengan pendidikan yang mahal.. tapi kondisi seperti saat ini.. dan hasil survey saya... sekolah murah dan mahal memang beda... beda dari fasilitas, cara belajar, guru dan kualitas lulusan anak-anak. Sebagai orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.. benerr kan?? Sama dengan saya... sampai - sampai waktu mencari sekolah kemarin saya bikin tabel dan plus minus dari sekolah yang saya survey.... maksudnya siih hanya untuk memudahkan diskusi dengan suami.
Nah ini beberapa tips yang saya kumpulkan mulai dari testimoni teman, orang tua murid di sekolah, beberapa kumpulan dari blog.
Visi dan Misi Sekolah
Dari visi dan misi sekolah ini kita bisa melihat dengan konsep yang mereka berikan kepada anak didik. Kalo suami saya.. harus tahu siapa pemilik sekolah tersebut?? Paling tidak mereka yang memiliki sekolah ingin memajukan pendidikan sesuai dengan latar belakang si pemilik..hehehe.. bukan apa-apa siih.. Kalo kita mengenal siapa pemiliknya paling tidak kita tahu konsep sekolah yang dibangunnya. Contoh saja salah satu visi sekolah yang ingin menjadikan anak didik menjadi insan yang ber-akhlak baik dan universal. Sementara misinya dengan konsep pendidikan yang bernafaskan islam dengan kurikulum nasional dan internasional dengan bahasa pengantar Indonesia dan Inggris.
Tes Masuk
Ada beberapa sekolah yang mewajibkan untuk tes masuk seperti
1. calistung: (membaca, menulis dan berhitung) dari sini kita bisa lihat dari metode/cara belajar yang diberikan oleh sekolah tersebut DIRECT TEACHING maksudnya satu arah seperti jaman dulu kita sekolah.. guru mengajar, memberikan latihan dan PR secara konvensional.
2. observasi : hanya interview antara anak dan orang tua. Sekolah menerima yang murid baru dengan tes observasi berarti konsep/metode belajarnya ACTIVE LEARNING.
Seharusnya anak yang ingin masuk ke sekolah SD itu tidak perlu tes masuk karena sejak TK sudah diajarkan calistung dan menerima murid apa adanya.
Lokasi dan sekitar Sekolah
Banyak sekali sekolah yang bagus dan baik menurut saya jauuh dari tempat tinggal kami atau sekolah yang pemiliknya dari kolega suami ( intinya siih biar dapet discount hahaha). Tapi hal - hal berikut bisa dijadikan pertimbangan yaa
1. Jarak yang dekat dengan rumah supaya anak tidak terlalu capek di jalan (macet), memudahkan untuk antar jemput, menghemat waktu dan biaya. Kalo jauh kan kasian anak kita dia harus berangkat lebih pagi dan pulang lebih siang.
2. Tidak di kawasan yang ramai lalu lintas : di pinggir jalan raya ataupun di lokasi pusat perbelanjaan.
3. Lingkungan yang kondusif ( hiruk pikuk suara di luar sekolah bisa mengganggu kegiatan belajar anak - konsentrasi belajar terganggu)
4. Gedung sekolah yang bagus dan megah tidak menjamin bahwa sekolah tersebut baik.
Fasilitas Sekolah
Sekolah tingkat dasar pada umumnya memiliki fasilitas seperti lapangan olahraga, perpustakaan, lab komputer/multimedia, ruang musik, mushola ( untuk sekolah islam), tempat bermain anak-anak,kamar mandi yang bersih, halaman bermain anak-anak. Ruang kelas yang nyaman dengan format kursi untuk berinteraksi/diskusi ataupun di lantai dengan karpet. Kalau kursi yang disusun menghadap ke depan semua pasti metode belajar direct teaching. Ruang kelas atau selasar sekolah dipenuhi/memajang dengan hasil karya siswa.
Akreditasi
Kalo kita lihat di papan nama sekolah, brosur atau website.. selalu ada akreditasi A,B. Atau sekolah tersebut belum ada akreditasi-nya. Jika kita memilih sekolah untuk anak sementara sekolah tersebut belum terakreditasi .. jangan panik, karena akreditasi dari dinas itu mudah diproses. Perlu diketahui Instrumen Akreditasi yang baru mencakup 8 komponen Standar Nasional Pendidikan (standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian). Jika semua komponen terpenuhi maka akreditasi dapat dicapai dengan mudah.
Lain halnya untuk akrediasi internasional seperti IB (International Baccaulareate) yaitu pendidikan nirlaba yayasan, yang dimotivasi oleh misi, terfokus pada siswa. Tiga program untuk siswa-siswa berusia 3-19 membantu mengembangkan intelektual, pribadi, emosional dan keterampilan sosial untuk hidup, belajar dan bekerja di dunia yang mengglobal cepat. Didirikan pada tahun 1968, saat ini kami bekerja dengan 2,823 2.823 sekolah 138 negara untuk mengembangkan dan menawarkan tiga program menantang untuk lebih 778.000 siswa usia 3 sampai 19 tahun.
Staff Pengajar dan Pengelola
Kualitas pengajar di sekolah tersebut bisa dilihat dari pengalaman, latar belakang pendidikan, metode/cara pengajaran, pengertian, peka terhadap anak-anak yang penting guru harus bisa memahami psikologi anak ( ini pengalam dari guru-guru Gibran di TK Mutiara Indonesia asuhan Kak Seto). Buat saya ini juga penting... karena saya sempat mendatangi SD Negeri percontohan yang katanya sih bagus... tapi saya kurang puas dengan pelayanan dan cara mereka menerima tamu yang bagi mereka mengganggu banget siih apalagi yang merendahkan seolah kami tidak layak menyekolahkan anak di sekolah tersebut. Satu lagi jangan pilih sekolah yang terlalu komersil..sedikit - sedikit uang. hahahaha jadi curcol deh.
Metode Belajar
Active learning yaitu Pembelajaran aktif dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran.
Metode belajar konvensional/direct teaching yaitu konsep belajar adalah doktrin, serius, suram, kering, kaku dan berpusat pada guru, berdasar waktu dan patuh pada petunjuk, ada pembagian pembagian kelas menurut kepandaian siswa (kelas akselarasi). Guru mengajar dengan penyakit DYSTECHIA dengan virus 4T, yaitu : Teacher talking time, Textbook & quite book, Task analysis, Tracking. Prioritas dalam mengajar 80% penyampaian guru dan aktivitas siswa hanya 20%. ini yang terjadi pada waktu saya sekolah SD-SMP-SMA. hehehe
Untuk memilih SD bisa dilihat berapa banyak lulusan sekolah dasar tersebut yang bisa masuk ke SMP unggulan. Karena banyaknya lulusan yang bisa masuk sekolah unggulan berarti sekolah tersebut mempunyai sistem pembelajaran yang bagus.
Pergaulan Di Sekolah
Pergaulan di sekolah menengah atas bisa mempengaruhi anak-anak, dia lihat temannya punya ini - itu nanti kepengen, pesta ulang tahun di sekolah,bawa HP ke sekolah. Kalo survey ke sekolah coba dilihat anak murid di sekolah tersebut adakah anak-anak yang membawa HP ke sekolah. Dari beberapa hal tadi kita bisa lihat dan menilai sekolah tersebut borju atau tidak??
Biaya Sekolah
The last but not the least...Biaya sekolah. Pilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan kita. Mulai dari uang pangkal, formulir pendaftaran, uang kegiatan per tahun.
Yang harus diperhatikan juga misalnya nih sekolah A spp 100 sekolah B 200. Kita harus tanya spp tersebut mencakup apa saja? apakah flat sampai dia kelas 6 nanti? berapa murid dalam kelas tersebut? Pembayaran per semester atau bulanan? Di sekolah kakak Gibran nanti alhamdulillah flat sampai dia kelas 6. atau seperti ini di sekolah B tersebut ada renang sementara di sekolah A tidak ada. Berarti kita harus keluarkan uang untuk anak les renang. Intinya kita harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan/kemampuan kita.
Ini adalah pilihan yang menentukan buat kami.. ketika ada sekolah yang lebih murah tetapi dari beberapa hal masih jauh dari harapan kami ( mutu pendidikannya rendah ).
Nah sekarang bagaimana dengan anda? Ingin mencari sekolah favorit atau sekolah terbaik untuk anak? Apapun sekolah yang anda pilih, yang harus diingat bahwa sekolah merupakan faktor penting untuk membentuk karakter anak kita nanti.
Selengkapnya...

